Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

TRIK MENDIGITALKAN NEGATIF FILM

Gambar
Trick ini memang sedikit maksa meski hasilnya tak sebaik scan film lumayan sebagai alternatif ketika tak ada scan negatif film   A. Peralatan yang di butuhkan... 1. Potongan Akrilic putih susu ( atau bisa di ganti kaca yang sudah di lapisi   warna putih susu / di tempeli sticker plastik tebel atau apa saja yang penting rata dan bersih) 2. Camera Digital kita 3. flash 4. trigger eksekusinya : 1. Tempelkan negatif film pada akrilic dengan selotif atau lakban.. 2. taruh Flash di belakang Aklilic.... 3. Di usahakan di foto dengan lensa makro... 4. Disini saya menggunakan konfigurasi    Sbb : iso 1600 ,      Shutter speed (1/160) ,      F. 9,              Power Flas 1/32 ( bisa di utak atik sendiri ini sementara settingan ini yang saya pakai belum explore) 5. Buka hasil bidikan di photoshop (lakukan Invert pada hasil foto kita) SELAMAT ...

NEO LIBERALISME UJUNG PANGKAL MASALAH DI INDONESIA

Gambar
NEO LIBERALISME UJUNG PANGKAL MASALAH DI INDONESIA Neoliberalisme adalah paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC. Sistem Ekonomi Neoliberalisme menghilangkan peran negara sama sekali kecuali sebagai “regulator” atau pemberi “stimulus” (baca: uang negara) untuk menolong perusahaan swasta yang bangkrut. Sebagai contoh, pemerintah AS harus mengeluarkan “stimulus” sebesar US$ 800 milyar (Rp 9.600 trilyun) sementara Indonesia pada krisis monter 1998 mengeluarkan dana KLBI sebesar Rp 144 trilyun dan BLBI senilai Rp 600 trilyun. Melebihi APBN saat itu. Sistem ini...